individual

Al-Izhar

KIAT SUKSES MENGHADAPI UJIAN NASIONAL

07/04/2008 13:35

Ujian Nasional atau sering disebut UN, merupakan sarana untuk dapat mengukur sejauh mana siswa memahami pelajaran yang telah didapatkan di sekolah. Dengan standar yang telah ditentukan, siswa diharuskan dapat mencapai batas standar tersebut. Apabila tidak, mereka akan mengalami kesulitan dalam menamatkan pendidikan dan meneruskan pada jenjang pendidikan selanjutnya. Oleh karena itu, suka tidak suka mereka diharuskan mengulang satu tahun duduk di bangku sekolah pada jenjang dan tingkat yang sama.

Adanya penerapan ambang batas kelulusan yang menyebabkan tingginya tingkat ketidaklulusan di setiap tahunya sejak UN diberlakukan mencerminkan bahwa proses belajar mengajar di sekolah kurang berhasil. Ditambah lagi dengan kurikulum saat ini dimana siswa diharuskan mempelajari sendiri materi yang ada sedangkan guru hanya berfungsi sebagai fasilitator saja. Apabila kurikulum ini diterapkan pada siswa yang mempunyai kesadaran belajar tinggi, hasilnya akan membuahkan kompetensi belajar diantaranya. Akan tetapi jika kemudian juga diterapkan pada siswa yang kurang memiliki motivasi belajar, yang akan terjadi adalah mereka semakin kesulitan dalam proses pemahaman situasi belajar. Pun ketika mereka dihadapakan pada guru yang lebih bersifat menunggu pertanyaan dari siswa, maka materi dan ilmu yang dimiliki oleh guru tidak semuanya dapat diserap secara utuh oleh siswa.

Untuk dapat lulus UN hanya diperlukan dua hal pokok, yaitu berusaha dan berdoa. Berdoa mempunyai maksud bahwa semua keputusan ada di tangan-Nya, sementara kita hanya berusaha dan memohon untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Sedangkan berusaha mempunyai maksud adanya tindakan yang secara sadar yang kita lakukan untuk mencapai tujuan dari kelulusan yang dimaksud.

Usaha yang harus dilakukan adalah pertama, menanamkan kesadaran dan keyakinan bahwa UN bukanlah suatu beban yang sangat berat, dan harus yakin bahwa kita bisa mencapai hasil yang baik. Tanpa adanya hal di atas, maka yang akan terjadi adalah timbulnya ketakutan-ketakutan yang pada akhirnya justru menimbulkan rasa pesimis dan stres negatif. Kedua, mempersiapkan diri secara dini dan mempersiapkan semua hal yang dibutuhkan untuk menghadapi UN. Hal yang dapat dilakukan adalah mengumpulkan kembali seluruh buku sejak kali pertama masuk sekolah serta berusaha memiliki berbagai macam referensi bersisi soal-soal UN  beserta prediksinya. Ketiga, mempelajari materi secara mendalam dan berlatih dengan soal-soal, jika menemukan materi dan pertanyaan yang sulit, jangan malu untuk menanyakan kepada teman ataupun guru di sekolah. Keempat, jika dari ketiga hal di atas dirasakan masih menemukan kekurangpercayaan diri untuk menghadapi UN, bisa menambahkan jam belajar dengan cara mengikuti les pelajaran.

Pernyataan yang muncul mengenai les  adalah, “Mengapa harus ikut les untuk lulus Ujian Nasional?” Pernyataan ini sedikit banyak menggugat profesi guru. Seakan guru kurang berhasil dalam mengajar siswa atau seakan proses belajar di sekolah kurang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Hal yang demikian memang bisa saja diprediksi bahwa  guru tidak memberikan materi dan ilmu yang dimiliki secara penuh. Tidak heran jika kemudian siswa membutuhkan les untuk dapat menambah kekurangan materi yang tidak disampaikan guru di sekolah. Tetapi menurut hemat penulis faktor yang paling besar mempengaruhi siswa mengikuti les adalah faktor psikologis. Seakan-akan kalau tidak ikut les belum siap menghadapi UN.

Dewasa ini, berbagai macam lembaga bimbingan belajar dan les privat berkembang seiring kebutuhan dan keinginan orang tua siswa yang kurang percaya secara psikologis maupun terhadap sistem pendidikan yang ada di sekolah. Di antara lembaga-lembaga tersebut, ada yang menawarkan konsep bimbingan belajar di suatu kelas yang menampung 10-20 siswa selama 90 menit tiap sesi dan didampingi oleh pengajar/tentor yang biasanya memberikan materi dan rumus praktis yang jarang diberikan oleh guru di sekolah. Namun, konsep bimbingan belajar ini juga mempunyai kelemahan. Walaupun di dalam kelas hanya terdapat 10-20 siswa yang bisa dikatakan cukup kondusif, terkadang terjadi kegaduhan karena suasana yang relatif santai (tidak seketat di sekolah). Kemudian sistem pembelajaran pada bimbingan ini bisa dikatakan masih sama dengan yang ada di sekolah dimana pastinya pengajar/mentor tidak dapat melayani secara penuh keinginan dan kebutuhan akademis dari masing-masing siswa. Selain itu, untuk dapat menjalankan bimbingan belajar siswa harus mendatangi tempat lembaga bimbingan belajar tersebut. Setidaknya hal tersebut akan memakan biaya, waktu, dan tenaga yang mungkin bisa mereka gunakan untuk melakukan hal yang lain.

Mencoba menutupi kekurangan bimbingan belajar dengan membawa serta kelebihannya, munculah konsep bimbingan belajar yang kedua, yaitu les privat. Dalam konsep ini, satu pengajar melayani satu siswa selama 90 sampai 120 menit per pertemuan, sehingga secara intensif pengajar dapat memberikan materi dengan tepat bahkan kebutuhan pelajaran siswa dapat dipahami secara jelas oleh pengajar. Selain itu, pada bimbingan ini, siswa tidak direpotkan mendatangi pengajar karena pengajarlah yang mendatangi siswa di rumahnya, hal ini tentunya akan lebih menghemat waktu, biaya dan tenaga. Orang tua juga dapat leluasa memantau proses belajar sang anak. Dengan jangkauan biaya sekitar Rp 100.000,00 sampai dengan Rp 200.000,00 per pertemuan, berdasar pada hal inilah kami duga konsep ini lebih murah, efektif, dan efisien.

Namun benarkah les privat menjadi jalan yang terbaik untuk meningkatkan prestasi siswa dan menjamin lulusnya siswa dari Ujian Nasional? Bagaimanakah kiat untuk mendapatkan guru/pengajar les privat yang baik? Redaksi Warta telah mewawancarai salah satu lembaga bimbingan belajar privat yaitu “ENF (Easy ‘N Focus) Private” di daerah Depok, tepatnya di dekat kampus Universitas Indonesia (UI) dan kampus Bina Sarana Informatika (BSI) Depok. Ade Pram Kurniawan sebagai owner ENF Private ketika ditemui menuturkan bahwa les privat bukanlah satu-satunya jalan terbaik meningkatkan prestasi siswa apalagi mampu menjamin lulus pada UN. Les privat merupakan salah satu jalan yang baik yang dapat digunakan. Hal ini dikarenakan unsur utama yang diperlukan untuk mencapai semua itu adalah kemauan, semangat belajar siswa dan kerjasamanya dengan pengajar/guru les. Les privat hanya mencoba memahami apa yang dibutuhkan siswa dalam membantu pencapaian prestasi. Berikut adalah tips memilih guru les privat:

l Orangtua harus menyeleksi pengajar/guru les privat yang akan mengajar anaknya. Guru tersebut harus benar-benar kompeten di bidangnya.

l Pengajar/guru les privat itu harus benar-benar orang yang menguasai bidang yang dia ajarkan dan mampu untuk menyampaikan materi yang ia ajarkan.

l Orangtua harus melihat kepribadian pengajar/guru les tersebut, sebab untuk                         menangani anak, pengajar/guru les harus supel dan tidak kaku.

l Anak tidak harus mengenal pengajar/guru les    privat sebelumnya, tetapi pengajar/guru harus mengenal anak dan membuat anak merasa nyaman. Jika kondisi ini sudah tercipta, maka anak menjadi enjoy dan tidak menganggap bahwa les itu sebagai suatu yang menyebalkan.

l         Sebaiknya pengajar/guru jangan langsung memberikan materi pada anak. Tetapi harus masuk ke jiwa anak dahulu, agar bisa mengerti masalah dan kebutuhan anak serta cara menangani anak. Setelah anak merasa dekat, baru pengajar/guru dapat memberikan materi.

lihat arsip lainnya

Berita Lain...