individual

Yayasan Anakku

SEJARAH

Sesuai dengan cita-cita Yayasan Anakku untuk mendirikan sekolah umum yang bernafaskan Islam dan berwawasan luas, pada 11 Maret 1987, berdirilah Perguruan Islam Al-Azhar Pondok Labu (PIAAPL) yang ditandai dengan peresmian Gedung Utama PIAAPL oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Fuad Hassan.

Program pendidikan PIIPL dimulai dengan dibukanya Taman Kanak-Kanak (TK) pada Juli 1987. Setahun kemudian, pada Juli 1988, PIAAPL mulai menyelenggarakan program pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD) untuk kelas 1 hingga kelas 4.

Pada 6 Juni 1992, berdasarkan Keputusan Rapat Pengurus Yayasan Anakku, nama Perguruan Islam Al-Azhar Pondok Labu (PIAAPL) diubah menjadi Perguruan Islam Al-Izhar Pondok Labu (PIIPL) dan diresmikan oleh H. Bustanil Arifin selaku Pendiri Yayasan Anakku.

Setelah resmi berganti nama, PIIPL mulai meneyelenggarakan program pendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) yang ditandai dengan peresmian Gedung SLTP oleh Prof.Dr.Dipl.Ing. B.J. Habibie pada Juli 1992. Tiga tahun kemudian, pada 12 Agustus 1995, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof.Dr. Wardiman Djojonegoro meresmikan dibukanya program pendidikan Sekolah Menengah Umum (SMU). Dimulainya program pendidikan SMU ini sekaligus melengkapi jenjang pendidikan dasar yang diselenggarakan oleh Perguruan Islam Al-Izhar Pondok Labu hingga saat ini.

VISI

Mendidik dan menghasilkan intelektual Islam yang berkualitas internasional.

MISI

  1. Menyelenggarakan pendidikan umum yang bernafaskan Islam
  2. Menyelenggarakan pendidikan yang menumbuhkembangkan potensi siswa untuk menjadi manusia yang beriman, mandiri, kreatif dan cerdas
  3. Menyelenggarakan pendidikan yang mengembangkan perilaku yang dapat diteladani
  4. Membentuk kepribadian dan karakter siswa yang senang belajar
  5. Mengupayakan terciptanya masyarakat belajar
  6. Menjadikan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) sebagai mitra kerja yang baik.

MOTTO

Perguruan Islam Al-Izhar Pondok Labu bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia seutuhnya melalui motto: Beriman, Mandiri, Kreatif, Cerdas.

Beriman

Melalui pendidikan agama dan pembiasaan ibadah, siswa dibina untuk menjadi pribadi-pribadi muslim yang senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT, melaksanakan perintah-Nya, menjauhi segala larangan-Nya, serta tidak mempersekutukan Allah SWT.

Mandiri

Melalui penanaman nilai-nilai kehidupan yang diintegrasikan ke dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari, siswa dibina untuk percaya atas kemampuan diri sendiri, bertanggung jawab atas segala tindakannya, tidak menggantungkan nasib kepada orang lain, serta senantiasa memiliki konsep diri yang positif.

Kreatif

Melalui berbagai program intrakurikuler, ekstrakurikuler, maupun kokurikuler, siswa didorong untuk menciptakan sesuatu yang baru, inovatif, khas, dan unik. Disertai dengan pengembangan rasa sukses, diharapkan siswa dapat termotivasi untuk berprestasi dan merasa bangga akan kreasinya.

Cerdas

Siswa yang cerdas diharapkan mampu mengatasi segala masalah dan kendala yang dihadapi, baik dalam lingkungan belajar mengajar, maupun dalam kehidupan sehari-hari sebagai diri pribadi serta anggota masyarakat.