individual

Berita SD

RI Juara Umum Kompetisi The 3rd WIZMIC 2009

09/11/2009 08:27

Rabu, 04/11/2009 10:44 WIB

 

oleh : Hilda Sabri Sulistyo

JAKARTA (Bisnis.com): Indonesia meraih juara umum pada ajang kompetisi Matematika Internasional 2009 atau The 3rd Wizards at Mathematics International Competition (The 3rd WIZMIC 2009), dengan menyabet 10 medali emas, sembilan perak, dan lima medali perunggu.

”Prestasi anak-anak menjadi prestasi awal bangsa ini. Masa depan bangsa ini berada di tangan kalian semua. Dilihat dengan mata hati, anak-anak matanya bersinar, tersimpan masa depan yang sangat bagus. Anak-anak kita ini mempunyai potensi luar biasa. Wajah-wajah sang juara," kata Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh ketika menyambut kedatangan tim itu di Hotel Sahid Jaya Jakarta, tadi malam.

Pada kompetisi yang digelar 27--30 Oktober 2009 di Lucknow, India, yang ditujukan bagi siswa sekolah dasar atau berumur di bawah 14 tahun, Indonesia unggul dalam kompetisi perorangan maupun beregu.

Rincian prestasi tersebut adalah kategori individual competition meraih delapan medali emas, tujuh perak, dan empat perunggu. Sedangkan untuk kategori team competition meraih dua emas, dua perak, dan satu perunggu. Kompetisi ini diikuti oleh sembilan negara dengan 34 tim. Sebanyak lima tim di antaranya dari Indonesia, berkekuatan 19 anak dari berbagai sekolah dasar di Tanah air.

Mendiknas mengatakan atas nama pemerintah Indonesia dirinya mengucapkan terima kasih kepada anggota tim dan para pembimbingnya yang telah mengharumkan nama bangsa di usia yang masih sangat muda. Menurut dia, potensi yang luar biasa dan diakui oleh dunia ini harus tetap dikawal, dan Depdiknas mendukung penuh agar bisa terus dikembangkan.

Bagi peraih medali emas ajang olimpiade tingkat internasional itu akan mendapatkan beasiswa S3 di manapun di dunia, sedangkan bagi para pembina/pembimbing akan diberi penghargaan.

"Tentang apa [penghargaan] itu, itu bagian dari kerahasiaan. Sangat tidak tahu diri, seandainya Depdiknas tidak bisa memberikan sesuatu yang berarti bagi pembina/pembimbing anak-anak yang berpestasi dunia tersebut. Profesionalitas dari guru-guru harus tetap didorong dan guru harus bisa menggali talenta anak-anak kita dan memberikan sentuhan sehingga talenta anak-anak bisa bersinar,” tambahnya.

Kompetisi dibagi menjadi dua kategori, yaitu kompetisi individual dan kompetisi tim. Pada kategori kompetisi individual, delapan siswa meraih predikat first class honour (setara medali emas), tujuh siswa meraih second class honour (setara medali perak), dan empat siswa meraih third class honour (setara medali perunggu).

Untuk kategori individual competition ini Indonesia meraih nilai tertinggi atas nama Henry Jayakusuma dari SD PL Bernardus, Semarang. Nilai tertinggi team competition diraih atas nama Agasha Kareef Ratam (SD Al Izhar Pondok Labu), Fahmi Firdaus Angkasa (SDIP Daarul Jannah Bogor), Stanley Orlando (SD St Ursula, Jakarta), dan Kevin Pratama Rusli (SDK BPK Penabur) dan merebut Overall Champion.

Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Depdiknas Suyanto, mengatakan melihat asal sekolah dari lima tim yang dikirim, bukan saja berasal dari sekolah negeri tetapi juga swasta. Demikian juga sekolah mereka yang cukup beragam, sehingga hal ini menjadi capaian tersendiri bagi para pengelola sekolah atas apa yang telah diraihnya itu.

“Pemerataan di bidang pendidikan menjadi salah satu agenda yang akan terus dijalankan ke depan. Prinsipnya, bagaimana menjalankan bidang pendidikan secara merata baik dalam hal kualitas maupun sarana dan prasarana, serta terjangkau," paparnya.

Sembilan negara peserta WIZMIC ke-3 2009 adalah Bangladesh, Bulgaria, Nepal, Sri Lanka, Thailand, Filipina, Indonesia, Zimbabwe, dan India. Pada kompetisi yang diikuti oleh 207 peserta dan 54 tim ini, Indonesia mengirimkan 19 siswa. Lawan terberat Indonesia adala Bulgaria, Thailand, dan Filipina.

Deputy Leader Tim WIZMIC Indonesia Elvira mengatakan pada ajang ini Indonesia juga berhasil meraih penghargaan the most sportive award.
Indonesia, kata dia, dinilai tertib selama mengikuti kompetisi dan dapat bergaul dengan peserta lain.

Agasha Kareef Ratam, peserta dari SD Al-Izhar Pondok Labu, mengatakan soal-soal yang diberikan umumnya sulit, namun akhirnya bisa mereka atasi.(er)

 

lihat arsip lainnya