individual

Berita SMA

Goresan Pena Siswa SMAI IPL dalam tetralogi fiksi

29/10/2009 11:19

Apakah menulis kreatif itu? Di dalam tulisan kreatif, pembaca tulisan akan menemukan sesuatu yang lain; baru, segar, nikmat dan dapat dirasakan kehadirannya. Dengan artian yang sederhana, menulis kreatif adalah menulis sesuatu yang baru, menghadirkan tulisan yang sebelumnya belum ada. Dan tentunya banyak hal baru yang dapat dihadirkan dalam bentuk tulisan.

 

Atas dasar baru, segar, nikmat dan dapat dirasakannya kehadiran isi tulisan dalam hati dan  benak pembaca itulah, pada Kamis, 29 Oktober 2009, pukul 08.00, Ibrahim Indra Baskara (Ibim), siswa kelas III SMA Islam Al-Izhar Pondok Labu (SMAI IPL) meluncurkan buku pertama dari tetralogi cerita, buah proses kreatifnya. Peluncuran buku fiksi tulisan Ibim ini  diselenggarakan di Gedung Serba Guna PIIPL. Acara dikemas sekaligus dalam penutupan rangkaian kegiatan Bulan Bahasa SMAI IPL dengan pergelaran art expo dalam bentuk pameran seni rupa dari siswa/I Al-Izhar, dan dihadiri oleh siswa/i Al-Izhar, sekolah lain, pihak media, dan terbuka untuk umum.

 

Buku yang akan diluncurkan ini berjudul: “EURGAVA”. Dimana di dalamnya setting latar waktu benar-benar terlepas dari kronologi atau kalender manapun. Cerita tetralogi ini juga tidak punya kaitan dari sejarah atau legenda manapun. Tetapi beberapa unsur dalam cerita ini diilhami dari banyak mitologi. Latarbelakang cerita ini mengenai kehidupan di Dunia Sudarot yang sejarahnya mulai tersamarkan seiring generasi terus berganti. Peradaban yang mulai terorganisir muncul di Dunia Sudarot ketika para penghuni Dunia Sudarot membentuk Kerajaan Sarhl di suatu kawasan yang akhirnya dinamai Negara Huark. Kemudian beriringan dengan berdirinya kerajaan tersebut, muncul enam negara lain: Battin, Karata, Dokia, Mahratu, Tenzork, dan Dasimah. Berdirinya Kerajaan Sarhl adalah awal mulainya sistem kalender, sistim kekuasaan, dan lain-lain.

 

Dalam prosesnya, bukanlah sesuatu hal yang mudah untuk menulis, apalagi menulis dengan merampungkannya dalam satu buku dan dilakukan oleh seorang anak muda. Kreativitas dan  imajinasi Ibim tentunya merupakan hal yang menunjang daya ciptanya. Lewat imajinasi pulalah, sesuatu dapat terealisir dengan sebaik mungkin, sesuai keinginan, baik secara visual maupun tulisan. Tidak mudah melecut kreativitas dan imajinasi menulis kalau tidak ada dasar cinta, hasrat, dan keterampilan dalam dunia menulis. Pun tidak mungkin kalau tidak ada sistem yang kondusif untuk sebuah apreasiasi terhadap kreativitas. Salut untuk Ibim....!!

lihat arsip lainnya