06/02/2009 11:38
DOR…DOR…dua kali peluru tajam itu menembus tubuh pimpinan mafia yang disegani. Tewasnya gembong mafia itu sontak menimbulkan tekad bulat dari sang anak untuk membalas dendam kepada keluarga CATELLANNO….Sang pembunuh.
Sepenggal catatan kisah itu memang bukan kisah asli (real story) yang terjadi di dunia nyata (tapi boleh jadi hal itu terjadi pada era Mafioso tahun 1930an di Chicago, AS). Kisah itu muncul pada pementasan drama kelas II SMPI IPL, dalam versi bahasa Inggris. Sebanyak lima kelas menunjukkan sebuah tontonan spektakuler layaknya karya-karya professional, yang dimulai dari hari tanggal 2 hingga 6 Februari 2009. Judul-judul pementasan yang mengundang rasa keingintahuan penonton seperti, Forbidden Love, Last Gift, Our History, Castelanno dan Summer to Remember disajikan dengan kemasan team work menawan, baik dari sisi karakter, pemilihan pemain, kostum, musik, cahaya, dan tata panggung yang semuanya dikelola dan sepenuhnya dijalankan oleh siswa.
Pertunjukkan yang sangat apik itu terbentuk melalui proses panjang, dimana siswa tak hanya sekadar berlatih dengan tekun. Siswa pun mau meluangkan waktu, tenaga, uang, pikiran dan sepenuh hati demi suksesnya pertunjukkan tersebut. Demikian jugas orangtua anggota dan pemain saling bahu membahu dalam mensupport kegiatan, bukan hanya memberikan izin, namun juga memberikan dukungan secara moril dan materil. Hal tersebut tentu berdampak pada manajemen produksi baik secara artistic maupun non artistic, seluruhnya dapat dijalankan siswa dengan baik sebagai pemain dan anggota pentas.
| « | September 2010 | » | ||||
| Mon | Tue | Wed | Thu | Fri | Sat | Sun |
| 31 | 1 | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
| 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 |
| 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 |
| 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 |
| 27 | 28 | 29 | 30 | 2 | 3 | 4 |