14/12/2009 15:08
Melindungi diri dan orang lain tentang bahaya NAPZA (Narkotika, Penyalahgunaan Obat, dan Zat Aditif Lainnya) hanya dapat dilakukan bila kita memahami seluk beluk penyalahgunaan NAPZA itu sendiri. Dan itu meliputi latar belakang, alasan, faktor-faktor pendorong dan memahami berbagai prinsip dan cara-cara pencegahan yang efektif.
Atas dasar tersebut, SMP Islam Al-Izhar Pondok Labu mengadakan Pelatihan Pencegahan NAPZA, bekerja sama dengan pihak Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta, dengan dihadiri oleh 130 siswa kelas II SMP. Pelatihan yang diadakan pada hari ini, Senin, 14 Desember 2009 di Masjid PIIPL mencakup juga pelatihan ketrampilan hidup (life skills)dan pelatihan ketrampilan menolak NAPZA bila ditawarkan, memperkuat sikap pribadi dan komitment menolak penggunaan NAPZA, hubungan sebaya, kemampuan mengontrol diri. Program pencegahan bagi anak dan remaja harus mencakup metode-metode interaktif yang tepat dan sesuai dengan perkembangan mereka, seperti kelompok diskusi sebaya dan pemecahan masalah berkelompok.
Tujuan diadakannya pelatihan tersebut adalah: Memberikan pemahaman kepada siswa dan orangtua tentang apa itu narkotika dan bahaya yang disebabkannya. Disamping memberikan pengetahuan kepada siswa dan orangtua bagaimana deteksi dini penyalahgunaan narkotika dan penanggulangannya. Tak ketinggalan pelatihan ini juga memberikan penjelasan lebih dalam mengenai peran pendidikan dan keluarga untuk menjaga putra/i nya dari penyalahgunaan narkotika melalui pendekatan agama dan komunikasi yang efektif.
Pada hari yang sama pun SMPI IPL menggelar pelatihan ”Etiket Penggunaan Informasi Teknologi” bagi seluruh siswa kelas 1 SMP. Pelatihan diberikan oleh pakar IT, Bp. Donny BU. Msi. Tujuan pelatihan ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada orangtua dan siswa tentang etika menggunakan komputer dan internet . Pelatihan juga bertujuan untuk memberikan gambaran kepada siswa dampak penggunaan internet dan komputer secara berlebihan terhadap kesehatan fisik dan psikologis. Tentunya peran aktif orangtua dibutuhkan dalam proses panjang penerapan etiket ini, dimana dalam hal ini pengawasan atau pendampingan dari orangtua mutlak diberikan. Dan dalam pelatihan yang mengundang orangtua tersebut juga diberikan pengetahuan kepada orangtua tentang piranti apa saja yang dapat digunakan untuk menyaring materi negatif. Dan bagaimana membatasi penggunaan komputer dan internet untuk hal hal yang bermanfaat sesuai kebutuhan dan usia anak.
| « | September 2010 | » | ||||
| Mon | Tue | Wed | Thu | Fri | Sat | Sun |
| 31 | 1 | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
| 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 |
| 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 |
| 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 |
| 27 | 28 | 29 | 30 | 2 | 3 | 4 |